Butir Mutiara Ke-7: Cinta Itu…Percaya
PS: Teman-teman, kami pindah yaaa…ke alamat baru kami di:
http://www.keluarganobel.com
Ada sesuatu yang mengesankan saat mojang Bandung ini mendemonstrasikan food processor yang dijualnya.
Bukan dengan modal tampang molek bermake up tebal yang menutupi wajah aslinya, bukan pula dengan modal rok mini dan senyum menggoda. Satu hal yang dia punya, magnet yang menarik pengunjung Paris van Java hari itu, dia percaya akan manfaat makanan berserat yang dihasilkan oleh food processor tersebut. Bukan hanya itu saja, dia mengundang dengan hormat para pengunjung untuk mencoba hasil olahan dari alat tersebut.
Cinta dan percaya sangat bertautan tak terpisahkan. Mulanya, pasti si mojang ini harus belajar mengenal alat ini, suatu proses agar cinta dapat mulai bersemi. Selanjutnya, cinta akan membuatnya rela untuk belajar lebih dalam. Semakin si mojang ini belajar, semakin ia mengerti. Semakin ia mengerti, semakin ia percaya. Semakin ia percaya akan manfaat food processor tersebut, semakin terbuka pintu hati calon pembeli. Semakin terbuka pintu hati calon pembeli, semakin besar peluang terjadinya penjualan.
Penjualan yang terjadi akan menciptakan keuntungan bagi si mojang berupa bonus. Kemampuan si mojang dalam menciptakan penjualan akan semakin membangun kepercayaan dirinya dan kepercayaan terhadap produk yang ia pasarkan, dengan efek yang serupa efek bola salju yang makin menggelinding makin dahsyat momentumnya. Seandainya si mojang ini tidak mempercayai food processor yang dipasarkannya, dia pun tak akan mampu meyakinkan calon pembeli akan manfaat dari produk ini.
Seberapa besarkah Anda percaya bahwa Anda akan berhasil di suatu pekerjaan/bisnis? Bangunlah kerajaan pikiran Anda, isilah dengan harta karun cinta dan percaya agar waktu tak habis sia-sia dengan mencapai sesuatu yang “hanya sedang-sedang saja”.
Ditulis oleh seorang Bunda yang percaya bahwa bisnis yang digelutinya mampu menciptakan penghasilan, pengalaman, dan waktu berkualitas untuk belahan jiwa dan buah hati.
